Sawahlunto Kembangkan Gerak Lekas, Lahan Bekas Tambang Disulap Jadi Area Pertanian Produktif
SAWAHLUNTO (CNPost) – Pemerintah Kota Sawahlunto terus mendorong pemulihan lahan bekas tambang melalui inovasi Gerakan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang (Gerak Lekas). Program ini dirancang untuk mengembalikan fungsi kawasan pascatambang menjadi lahan pertanian yang produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih, mengatakan program tersebut menggabungkan upaya reklamasi lahan, peningkatan kualitas tanah, serta pendampingan teknis kepada para petani agar lahan yang sebelumnya rusak dapat kembali dimanfaatkan.
Menurut Heni, aktivitas pertambangan telah menyebabkan struktur tanah mengalami kerusakan, kandungan unsur hara menurun, serta tingkat keasaman meningkat sehingga lahan tidak lagi produktif. Meski demikian, dengan penanganan yang tepat, lahan tersebut masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian.
Sebagai tahap awal, Pemko Sawahlunto menyiapkan tiga lokasi percontohan (demonstration plot) yang berada di Desa Kolok Nan Tuo, Desa Rantih, dan Desa Muaro Kalaban. Ketiga lokasi tersebut akan ditanami jagung karena dinilai memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi lahan pascatambang, sekaligus menjadi model rehabilitasi yang nantinya dapat diterapkan di wilayah lain.
Program Gerak Lekas juga diharapkan mampu mengembalikan fungsi lahan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat. Pemerintah turut melibatkan pemilik lahan dan pemerintah desa agar pengelolaan kawasan bekas tambang dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah hingga pemerintah kecamatan dan desa.
Ia menjelaskan, pemerintah kecamatan dan desa memiliki peran penting dalam mendata potensi lahan, mendampingi masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait sehingga pelaksanaan rehabilitasi berjalan efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Selain reklamasi, Pemko Sawahlunto juga akan memberikan pendampingan kepada petani melalui perbaikan kesuburan tanah, penerapan teknologi budidaya, dan peningkatan kapasitas pengelolaan lahan. Upaya ini diharapkan mampu mengubah kawasan bekas tambang menjadi lahan pertanian produktif yang mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Related Articles