Bantuan Rumah Korban Bencana Sumatera Hampir Rampung, Rusak Ringan Rp15 Juta dan Sedang Rp30 Juta
JAKARTA (CNPost) — Pemerintah memastikan penyaluran bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera hampir seluruhnya telah terealisasi.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta, sedangkan untuk rumah dengan kategori rusak sedang diberikan bantuan sebesar Rp30 juta.
Kepastian tersebut disampaikan Tito setelah mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Menurut Tito, berdasarkan laporan yang diterimanya, hampir seluruh bantuan untuk rumah rusak ringan dan sedang telah dibayarkan kepada masyarakat yang berhak.
"Untuk pemberian bantuan yang Rp15 juta dan Rp30 juta, hampir semua laporan yang masuk kepada saya hampir semuanya sudah dibayarkan," ujar Tito.
BNPB Bangun Kembali Rumah Rusak Berat
Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat tetapi masih memungkinkan dibangun di lokasi semula, pemerintah melalui BNPB juga telah melakukan pembangunan kembali.
Tito menyebut pembangunan rumah rusak berat secara in situ tersebut telah mencapai ratusan unit di sejumlah wilayah terdampak bencana.
"Yang berat in situ BNPB juga sudah bekerja. Saya tahu sudah ratusan rumah yang dibangunkan di tiga provinsi, kabupaten," katanya.
Sementara bagi rumah yang hilang akibat terseret arus, masuk jurang, atau berada di lokasi yang tidak lagi aman untuk dihuni, pemerintah menyiapkan skema relokasi.
Dalam program tersebut, pemerintah daerah menyiapkan lahan untuk pembangunan kawasan hunian baru bagi masyarakat terdampak.
"Khusus yang di kompleks relokasi, karena terbawa arus misalnya, atau masuk jurang, dibangunkan relokasi. Tanah disiapkan pemda," jelas Tito.
Warga Diberikan Pilihan Tempat Tinggal
Selain bantuan perbaikan dan pembangunan rumah, pemerintah juga menyiapkan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Warga juga diberikan pilihan untuk sementara tinggal di rumah keluarga atau kerabat sembari menunggu pembangunan hunian tetap selesai.
"Ada yang mungkin hunian sementara disiapkan. Ada juga yang mungkin ingin mendapatkan biaya bantuan, namun ingin di rumah keluarganya. Ada pilihan," ujar Tito.
Pemerintah berharap seluruh proses rehabilitasi dan pembangunan kembali rumah warga terdampak dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal dan memiliki hunian yang aman serta layak.
Related Articles