Satgas PRR Temukan Sejumlah Jalan Putus di Padang Pariaman, Akses 1.000 Warga Terganggu
PADANG PARIAMAN (CNPost) – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menemukan sejumlah kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Temuan tersebut diperoleh setelah tim melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana pada Senin (10/8/2026). Penyisiran dilakukan untuk mendapatkan data faktual mengenai tingkat kerusakan sekaligus kebutuhan penanganan di lapangan.
Koordinator Satgas PRR Wilayah Sumbar, Brigjen Pol Yopie Indra Sepang, mengatakan terdapat sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana.
"Kami turun untuk mendapatkan data riil. Hasilnya, ditemukan sejumlah infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana di Padang Pariaman," ujar Yopie di Padang, Selasa (11/8/2026).
Ia menyebutkan, sedikitnya terdapat lima titik strategis yang mengalami kerusakan. Ruas tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat sekaligus jalur penghubung Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam.
Empat titik kerusakan berada di ruas jalan Batu Basa-Batas Sungai Pingai, sementara satu titik lainnya berada di kawasan Kelok Dama, Kudu Ganting.
Salah satu lokasi berada pada koordinat -0.376864, 100.039240. Badan jalan di titik tersebut terputus akibat bencana pada November 2025.
Hingga saat ini, warga masih harus menggunakan jalan alternatif berupa jalan tanah dengan memutar sekitar 100 meter untuk melewati kawasan tersebut.
Kerusakan juga ditemukan di Durian Taba, Korong Sungai Pingai. Jalan di lokasi itu sebelumnya terdampak bencana pada November 2025 dan kembali mengalami gerusan akibat banjir pada 3 Agustus 2026.
"Lebar badan jalan saat ini berkurang sekitar 50 persen. Kondisi ini berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas," jelasnya.
Di Simpang Tiga Padang Gantiang, Sungai Pingai, longsor yang terjadi pada 3 Agustus 2026 menyebabkan sebagian badan jalan hilang.
Sementara itu, pada titik dengan koordinat -0.375160, 100.005956, badan jalan kembali terputus akibat banjir pada 3 Agustus 2026. Ruas tersebut merupakan jalur penghubung Padang Pariaman dan Agam.
Kerusakan infrastruktur tersebut turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Tidak hanya menghambat mobilitas, akses ekonomi, pendidikan hingga pelayanan kesehatan bagi sekitar 1.000 warga juga ikut terganggu.
"Kami melihat langsung anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor," ungkap Yopie.
Menurutnya, peninjauan yang dilakukan Satgas PRR merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
Seluruh temuan di lapangan, kata dia, akan dihimpun dan dilaporkan kepada pemerintah pusat untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
"Setiap laporan dan temuan Tim Satgas di daerah akan dibawa ke pusat untuk dicarikan solusi serta penanganannya, sebagaimana komitmen Presiden Prabowo Subianto," katanya.
Satgas PRR Pascabencana Sumatera merupakan tim gabungan yang melibatkan unsur Polri, TNI, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Untuk wilayah Padang Pariaman, tim dipimpin Brigjen Pol Yopie Indra Sepang selaku Koordinator Wilayah Sumbar, bersama Kolonel Inf Feksy Dimuri Angi dan Kombes Pol Dennie Andreas Dharmawan.
Tim tersebut juga melibatkan Bripda Adriel Angkin Arisakti, Nurillah Utami dari BNPB, serta Amalia Siti Rohmah dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Related Articles