BRIN dan Universitas Bung Hatta Teliti Dampak Bencana terhadap Situs Arkeologi Maritim di Pesisir Selatan

Terkini 21 Jun 2026 13:01 2 min read 46 views By Pitri
BRIN dan Universitas Bung Hatta Teliti Dampak Bencana terhadap Situs Arkeologi Maritim di Pesisir Selatan
BRIN bersama UBH Padang melakukan kolaborasi riset pengembangan situs arkeologi di pesisir Sumatera Barat.

PADANG (CNPost) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Universitas Bung Hatta (UBH) Padang melakukan penelitian terhadap sejumlah situs arkeologi maritim di wilayah pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

 

Penelitian yang berlangsung pada 8 hingga 17 Juni 2026 tersebut bertujuan mengidentifikasi kondisi situs-situs bersejarah pasca terjadinya bencana hidrometeorologi, termasuk banjir besar pada November 2025, serta aktivitas gempa bumi yang terjadi di kawasan tersebut.

 

Mitra Peneliti Lokal Universitas Bung Hatta, Dr. Harfiandri Damanhuri, mengatakan riset kolaboratif ini tidak hanya berfokus pada pendokumentasian kondisi situs, tetapi juga menyusun model mitigasi dan perlindungan terhadap warisan budaya maritim yang memiliki nilai sejarah tinggi.

 

"Penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam upaya pelestarian situs-situs bersejarah yang rentan terhadap ancaman bencana," ujarnya di Padang, Minggu.

 

Menurutnya, hasil penelitian akan memberikan kontribusi penting dalam penyusunan kebijakan pelestarian budaya, khususnya bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pengelola Kebudayaan, serta masyarakat di tingkat nagari dan desa.

 

Riset yang mengusung konsep mitigasi risiko bencana berbasis resiliensi sosial-ekologis tersebut didanai melalui Rumah Program Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra Tahun 2026. Kajian mencakup aspek ketahanan sosial masyarakat, kondisi ekologi pesisir, serta strategi perlindungan situs maritim dari dampak perubahan lingkungan dan bencana alam.

 

Selain memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kerja sama BRIN dan Universitas Bung Hatta juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan, inovasi, ekosistem laut, dan kemitraan.

 

Tim peneliti BRIN dipimpin oleh Dr. Ira Dillenia dengan anggota Gendro Keling, M.A., Dr. Ing. Semeidi Husrin, Dr. Dian Oktaviani, Bobby Bagja Pratama, M.Si., dan Dr. Ofri Johan. Sementara dari Universitas Bung Hatta diwakili oleh Dr. Harfiandri Damanhuri dari Program Studi Sumber Daya Perairan, Pesisir dan Kelautan Pascasarjana.

 

Dalam pelaksanaan penelitian lapangan, tim juga melakukan pengambilan data di Situs Benteng Pulau Cingkuak serta Situs Arkeologi Bawah Laut Kapal MV Boelongan Nederland yang berada di kawasan Teluk Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Melalui penelitian ini, BRIN dan Universitas Bung Hatta berharap dapat memperkuat upaya pelestarian warisan budaya maritim sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana yang berpotensi merusak situs-situs bersejarah di pesisir Sumatera Barat.

Share berita ini

Cakra Nusantara Post

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp