Setelah Polemik Tunggakan Seragam, Dua Anak Panti di Padang Kembali Melanjutkan Pendidikan
PADANG (CNPost) – Dua siswa penghuni LKSA Panti Asuhan Nur Ilahi Kota Padang yang sebelumnya sempat berhenti sekolah akibat persoalan tunggakan biaya seragam, kini kembali melanjutkan pendidikan mereka di SMA PGAI Padang.
Kedua siswa berinisial DP (18) dan AM (17) tersebut saat ini telah aktif mengikuti proses belajar mengajar sebagai siswa kelas XI semester dua. Kepastian itu disampaikan Ketua LKSA Panti Asuhan Nur Ilahi, Renol Putra, Jumat (29/5/2026).
"Alhamdulillah, keduanya sudah kembali bersekolah di SMA PGAI Padang. Saat ini mereka sudah memasuki pekan keempat mengikuti kegiatan belajar," ujar Renol.
Menurutnya, sebelum kembali bersekolah, kedua siswa sempat tidak mengikuti kegiatan belajar selama lebih dari satu minggu setelah muncul persoalan terkait tunggakan biaya seragam di sekolah sebelumnya.
Kasus tersebut sempat menjadi perhatian luas masyarakat. Berbagai bantuan dan dukungan pun mengalir dari para donatur, tokoh masyarakat, anggota legislatif, hingga instansi pemerintah yang peduli terhadap keberlangsungan pendidikan kedua siswa tersebut.
"Selama mereka tidak sekolah, banyak pihak yang memberikan perhatian dan bantuan. Syukur alhamdulillah, akhirnya mereka bisa kembali melanjutkan pendidikan," katanya.
Sebelumnya, DP dan AM yang merupakan siswa MAS Al Furqan Padang menjadi sorotan setelah beredar informasi bahwa keduanya diminta pindah sekolah akibat tunggakan biaya seragam sebesar Rp300 ribu per orang.
Peristiwa itu memicu reaksi publik dan mendorong Pemerintah Kota Padang turun tangan untuk memastikan kedua siswa tetap memperoleh hak pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Padang kemudian memfasilitasi proses perpindahan sekolah sesuai keinginan kedua siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, menegaskan bahwa tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena kendala ekonomi.
Pemerintah Kota Padang juga memastikan penanganan kasus tersebut sejalan dengan komitmen menekan angka putus sekolah melalui program Padang Juara.
Saat ini, DP dan AM telah kembali menjalani aktivitas belajar di lingkungan sekolah baru. Dukungan berbagai pihak yang hadir di tengah persoalan yang mereka hadapi menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi tanggung jawab bersama demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
Related Articles