Kekompakan Kaum Dt.Rajo Marah & Dt.Nan Gadang Suku Jambak Pasia Kamang Hilia Dalam Persiapan Pengangkatan Datuak
Kamang Hilia,AGAM,(CNPost)_,Dalam prosesi pengangkatan Datuak (Batagak Panghulu) di Minangkabau, kekompakan kaum (anak kemenakan, mamak kepala waris, dan kaum kerabat) mutlak diperlukan.
Hal ini di lakukan oleh kaum Dt.Rajo Marah dan Dt.Nan Gadang suku jambak pasia kamang hilia,sesuai dengan filosofi "mambangkik batang tarandam",mengangkat kembali marwah kaum yang telah lama hilang atau menggantikan datuak yang sudah tiada.
Kekompakan ini tercermin melalui beberapa tahapan penting dalam pengangkatan datuak: Seluruh sanak saudara dari garis keturunan ibu (matrilineal) berkumpul untuk menyepakati siapa yang berhak mewarisi gelar. Kesepakatan ini bersifat bulat dan harus disetujui oleh seluruh anggota kaum agar tidak menimbulkan perpecahan di kemudian hari.
Pengangkatan seorang Datuak membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mengadakan baralek (kenduri adat) dan memotong kerbau. Kekompakan kaum Dt.Rajo Marah & Dt.Nan Gadang dibuktikan dengan gotong royong menyumbangkan tenaga, pikiran, dan materi demi suksesnya acara.
Kekompakan di internal kaum menjadi syarat utama agar pengukuhan gelar Datuak diakui oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan para datuak dari suku lainnya. Pada prosesi Batagak Panghulu (Malewa Gala), seluruh kaum hadir bersama untuk mengantarkan dan menyaksikan sang datuak baru disumpah di hadapan alim ulama dan ninik mamak.
Kesimpulannya, pengangkatan seorang Datuak adalah wujud nyata dari kebersamaan dan persatuan kaum. Gelar yang disandang tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi menjadi simbol kehormatan seluruh kaum yang harus dijunjung tinggi bersama-sama.
Related Articles