Dua Bocah Hanyut di Pantai Ulak Karang, Operasi SAR Resmi Dihentikan Setelah Pencarian Maksimal

Terkini 25 Apr 2026 06:22 3 min read 60 views By Hendra
Dua Bocah Hanyut di Pantai Ulak Karang, Operasi SAR Resmi Dihentikan Setelah Pencarian Maksimal
Tim SAR Kelas A Padang bersama personel terkait lainnya saat menutup pencarian dua bocah hanyut di Pantai Ulak Karang, Jumat (24/4/2026). (tim sar kelas A padang)

Padang (CNPost) – Pencarian terhadap dua bocah yang dilaporkan hanyut saat mandi-mandi di Pantai Ulak Karang, Kota Padang, resmi dihentikan pada Jumat (24/4/2026) setelah upaya pencarian intensif selama beberapa hari tidak membuahkan hasil.

 

Penghentian operasi ini dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, serta berdasarkan hasil kesepakatan antara pihak keluarga korban, tim SAR gabungan, dan perangkat kelurahan setempat. Keputusan tersebut diambil lantaran tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan kedua korban hingga hari terakhir pencarian.

 

Humas Kantor SAR Kelas A Padang, Jodi, menjelaskan bahwa operasi pencarian dinilai sudah tidak efektif untuk dilanjutkan.

“Operasi SAR sudah tidak efektif lagi, maka ops SAR dihentikan. Namun, operasi dapat dibuka kembali jika nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya pada Jumat (24/4).

 

Pada hari terakhir pelaksanaan operasi, pencarian dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan melibatkan tim SAR gabungan yang dibagi ke dalam enam Search and Rescue Unit (SRU). Area pencarian mencakup wilayah laut seluas kurang lebih 20 mil laut.

 

Sebanyak empat SRU difokuskan pada sektor laut yang terbagi dalam area A, B, C, dan D dengan pembagian koordinat yang terstruktur guna memastikan seluruh wilayah pencarian terjangkau secara optimal. Sementara itu, dua SRU lainnya melakukan penyisiran darat ke arah utara dan selatan dari lokasi kejadian, masing-masing sejauh kurang lebih 3 kilometer.

 

Hingga pukul 18.00 WIB, seluruh rangkaian pencarian telah dilaksanakan secara maksimal. Namun, hasil yang diperoleh masih nihil, tanpa adanya indikasi keberadaan korban. Berdasarkan evaluasi menyeluruh yang dilakukan bersama oleh seluruh unsur yang terlibat, disimpulkan bahwa operasi SAR sudah tidak lagi efektif untuk dilanjutkan.

 

Dengan pertimbangan tersebut, disepakati penghentian sementara operasi SAR. Meski demikian, pihak SAR menegaskan bahwa operasi dapat dibuka kembali sewaktu-waktu apabila ditemukan petunjuk atau indikasi baru terkait keberadaan korban.

 

Selama proses pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya kendaraan operasional (rescue car), perahu karet lengkap dengan motor tempel, peralatan SAR air dan penyelaman, perlengkapan medis dan komunikasi, serta drone thermal untuk membantu pencarian udara.

 

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari berbagai instansi dan elemen masyarakat, yakni Kantor SAR Padang (11 personel), TNI (2 personel), Brimob Polda Sumbar (5 personel), Polisi Air dan Udara (12 personel), BPBD Kota Padang (10 personel), Dinas Pemadam Kebakaran (8 personel), PMI (4 personel), Gorila Rescue (2 personel), KSB (15 personel), Pramuka (3 personel), wartawan (5 orang), serta masyarakat setempat sekitar 30 orang.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di tengah kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak menentu.

Share berita ini

Cakra Nusantara Post