Akses Utama Putus, Jalan Amblas di Situjuah Limapuluh Kota Isolasi Ribuan Warga

Terkini 13 May 2026 11:58 2 min read 45 views By Achong
Akses Utama Putus, Jalan Amblas di Situjuah Limapuluh Kota Isolasi Ribuan Warga
Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA (CNPost) — Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa sore (12/5/2026) hingga Rabu dini hari (13/5/2026), menyebabkan ruas jalan Situjuah Ladang Laweh–Batas Batu Sangkar amblas dan tidak bisa dilalui.

 

Peristiwa itu terjadi di kawasan Lokuak Pangorangan, Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat tersebut mengalami kerusakan parah dengan lubang besar menyerupai sinkhole serta tertutup material longsor.

 

Akibat putusnya akses jalan, sekitar 600 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa warga setempat dilaporkan terisolasi. Aktivitas masyarakat lumpuh, sekolah terpaksa diliburkan, dan distribusi kebutuhan warga terganggu.

 

Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang turun langsung meninjau lokasi pada Rabu pagi (13/5/2026), meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menangani dampak bencana tersebut.

 

“Jalan ini satu-satunya akses keluar masuk masyarakat. Kondisinya sangat memprihatinkan karena amblas, berlubang besar, dan tertimbun longsor. Pemerintah harus segera melakukan penanganan darurat,” ujarnya.

 

Fajar Vesky juga mendesak Pemkab Limapuluh Kota segera melakukan kaji cepat kerusakan, pembersihan material longsor, evakuasi warga terdampak, hingga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

 

Ia menilai, apabila dampak bencana semakin meluas dan kebutuhan penanganan meningkat, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan penetapan status tanggap darurat bencana agar penggunaan dana tak terduga APBD 2026 dapat segera dimaksimalkan.

 

Selain di Situjuah Ladang Laweh, bencana serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Limapuluh Kota. Di Nagari Tungkar, warga dilaporkan mengungsi akibat banjir dan longsor. Sementara luapan Batang Sandir atau Batang Air Pondam merendam area pertanian warga serta merusak kawasan lubuk ikan larangan.

 

Fajar Vesky menegaskan, penanganan bencana di Limapuluh Kota harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan hanya saat bencana terjadi. Menurutnya, berbagai bencana hidrometeorologi yang terus berulang diduga berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

 

“Mitigasi jangka panjang sangat diperlukan agar bencana seperti ini tidak terus berulang dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Share berita ini

Cakra Nusantara Post